Lantana, mungkin masih terdengar asing. Tetapi bagi sebagian orang, Lantana sering juga disebut tembelekan. Orang pun menganggap ini tanaman pagar, tanaman yang tidak ada gunanya, apalagi dikategorikan sebagai tanaman hias. Masih sedikit orang yang tahu, kalau ternyata Lantana banyak fungsinya sebagai obat alternatif.
Warna-warna bunga Lantana berukuran kecil dan sangat beraneka ragam. Warna bunga Lantana tidak hanya satu warna, tetapi bermacam-macam warna. Kombinasi dari warna kuning, ungu, dan putih. Warna bunganya terlihat indah dan semarak.
Daun Lantana berbentuk sedikit bulat, berukuran kecil serta bergerigi. Pangkal daunnya tumpul, berujung runcing dan memiliki banyak cabang. Permukaan daun bagian atas berbulu kasar sedangkan bagian bawahnya berbulu jarang. Panjang daunnya sebesar 5-8 sentimeter, dengan lebar 3-5 sentimeter. Lantana juga mempunyai batang yang berduri dan tumbuh rimbun dan perdu.
Sebenarnya, tanaman Lantana merupakan tanaman semak-semak. Tanaman yang berasal dari Amerika ini memiliki percabangan yang banyak dan tingginya mencapai lebih dari 2 meter. Tanaman Lantana hybrid memiliki bentuk batang segi empat dan batang yang muda memiliki sedikit bulu halus.
Tanaman ini bisa tumbuh dimana saja sehingga bisa dikenal sebagai tanaman kosmopolit. Lantana menyukai kondisi hangat dengan suhu minimal 550F ini termasuk tanaman yang toleran denga sinar matahari langsung. Ia yang termasuk famili Verbenaceae merupakan bunga majemuk. Bunganya muncul diketiak daun dan memiliki ukuran tangkai bunga 5-13 milimeter. Lantana berbunga hampir setiap tahunnya.
Dan yang pasti, tanaman Lantana juga mempunyai fungsi sebagai tanaman obat seperti penyakit influenza, TBC, gatal-gatal, bisul, dan reumatik. Padas tanaman Lantana terkandung antannina, minyak atsiri, minyak lemak, asam lantanilat dan asam lantabetulat. Hasil penelitian di laboratorium Eisei di Tsukuba, Jepang, terhadap beberapa tumbuhan obat Indonesia (TOI) menunjukkan indikasi reaksi pengendalian gangguan penyakit hati. Penelitian tersebut menunjukkan, Tembelekan atau Lantana Camara termasuk juga jahe (Zingiber officinalis), kayu putih (Malaleuca leucodendron) dan sindur (Sindora glabra), yang mengandung minyak atsiri dengan komponen alfa-kariofilena.
Dalam farmakologi Cina, Lantana memiliki bunga yang berasa manis. Bunganya yang indah bisa mengobati sakit kulit, bisul, radang kulit, gatal-gatal, perangsang muntah pada keracunan makanan, memar, luka, keseleo, panas tinggi, dan lain-lain. Sedangkan akarnya yang berasa tawar, bisa berguna untuk penyakit TBC kelenjar (skrofuloderma), gondongan (parotitis, mums), rematik, keseleo, memar, keputihan, obat influenza, penawar racun, penurun panas, penghilang racun, kencing nanah (gonore), sakit kulit yang berkaitan dengan gangguan emosi (neurodermatitis).
Bagaimana dengan daunnya ?, meski daunnya terasa pahit, berbau dan agak beracun, namun daun Lantana memiliki khasiat untuk menghilangkan gatal (antipruritus), menghilangkan bengkak, penawar racun, dan TBC dengan batuk darah.
Prof Hembing dalam bukunya ”Ensiklopedia Milenium : Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia”, menyebutkan bahwa tanaman Lantana dapat digunakan sebagai obat luar dan obat dalam. Pemakaian Lantana diukur dengan dosis yang secukupnya. Jika digunakan sebagai obat luar, Lantana diambil secukupnya setelah itu dihaluskan. Lantana yang telah dihaluskan kemudian ditempelkan pada tubuh yang sakit.
Pengobatan dengan Lantana halus ini, berkhasiat untuk bagian tubuh luar yang memar, bengkak-bengkak, luka berdarah bisul dan penyakit kulit. Olesan Lantana diganti setiap 2 sampai 3 kali sehari. Lantana juga dapat menghilangkan penyakit rematik. Caranya yaitu dengan mencampur daun Lantana segar dengan jahe merah yang direbus dengan air secukupnya. Rebusan airnya ditambah dengan air dingin agar terasa hangat. Kemudian, ramuan tersebut dipakai untuk mandi.
Hal yang hampir serupa juga dilakukan untuk mengobati penyakit radang kulit, eksim dan jamur kulit. Seluruh tumbuhan Lantana ditambah dengan sambiloto dan daun ketepeng cina direbus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saat air terasa hangat, ramuan tersebut dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang sakit.
Penggunaan Lantana sebagai pengobatan dalam yaitu dengan merebus 15 gram hingga 30 gram akar kering dan daun kering, 6 gram hingga 10 gram bunga Lantana kering. Usai direbus, airnya kemudian diminum.
Penyakit TBC pun dapat diatasi dengan Lantana. Penyakit batuk darah ini, dapat diobati dengan menggunakan 5 gram hingga 10 gram bunga Lantana kering, 60 gram akar alang-alang, 15 gram kencur, dan gula batu secukupnya. Bahan-bahan tersebut kemudian direbus dengan menggunakan 600 cc air sehingga air berkurang 300 cc. Rebusan bahan kemudian disaring dan airnya diminum.
Batuk pada anak-anak juga dapat diobati dengan Lantana. Caranya, yaitu dengan merebus 10 gram bunga Lantana kering, 30 gram kaktus yang telah dikupas kulitnya, 3 lembar daun sirih, dan madu secukupnya. Bahan-bahan tersebut direbus dengan menggunakan air bersih 500 cc hingga air tersisa 200 cc. Air rebusan disaring kemudian diminumkan pada si anak.
Influenza yang mudah menyerang siapa saja ini dapat diobati dengan rebusan Lantana. Caranya, 30 gram daun Lantana dan 15 gram jahe direbus dengan menggunakan air sebanyak 400 cc hingga air rebusan tersisa 200 cc. Lalu, air rebusan disaring dan diminum selagi hangat. Ramuan tersebut diminum sebanyak dua kali sehari.
Meski tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan, namun pemakaian dalam dosis yang berlebihan akan menyebabkan pusing dan muntah. Wanita hamilpun tidak dianjurkan meminum rebusan Lantana. Pasalnya, menurut Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, rebusan Lantana yang diminum ibu hamil akan menyebabkan kematian pada janin.
Tanaman yang dikatakan sebagai gulma ini memiliki biji. Bijinya akan keluar setelah berbunga. Sedangkan buahnya berwarna hijau dan berwarna ungu kehitam-hitaman jika tua. Buah Lantana sedikit beracun saat muda. Bentuk buahnya bulat, kecil, dan bergaris tengah 4-6 milimeter. Buahnya hanya satu dan biasa menjadi makanan burung-burung dan ulat.
Beberapa jenis Lantana liar yang netral dari racun sudah tersebar di negara-negara di Asia Selatan, Afrika Selatan, Australia dan Austria. Beberapa jenisnya adalah Lantana yang sering dijual dan sering ditanam di taman, seperti Lantana Camara dan Lantana Montevidensis.
Lantana Camara biasa tumbuh di alam tropis Indonesia. Tanaman perdu ini biasanya menghiasi tanaman luar yang langsung terkena sinar matahari. Tanaman ini tidak sulit dalam perawatannya karena peka dengan kondisi hangat suhu minimal 550F.
Meski tanaman semak ini berbau tidak sedap, tanaman Lantana jenis Camara merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk (repllent). Prakteknya, tempatkan saja tanaman ini di sekitar tempat-tempat perindukan nyamuk atau ditanam di pekarangan rumah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar